Bapa Kami

•Februari 4, 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Doa Bapa Kami bagi saya adalah merasakan kedamaian, kepasrahan dan syukur, bahkan bila kita menggetarkan kata demi kata, kalimat demi kalimat dan merenungkan Doa Bapa Kami ke titik titik tertentu di tubuh kita yang disebut cakra  maka pusat energy ini akan berkembang dan terhubung ke alam semesta.

Doa yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus sendiri ini adalah sangat sederhana, ringkas tetapi sudah begitu lengkap mencakup semua  doa yang mungkin bisa kita panjatkan. Pujian kepada Tuhan, ungkapan syukur  dan kepasrahan kepada kehendak Tuhan,  mohon rezeki, mohon pengampunan,  mohon keselamataan dan kekuatan.

Bahasa ARAMAIC (ARAMIK) Bahasa Asli Yesus

אַבָּא Abwoon
אַבָּא Abwoon d’bwashmaya,
יִתְקַדַּשׁ שְׁמָךְ Nethqadash shmakh,
תֵּיתֵי מַלְכוּתָךְ Teytey malkuthakh.
לַחֲמַנָא דִּי מִסְתְּיָא Nehwey tzevyanach aykanna d’bwashmaya aph b’arha.
הַב לַנָא יוֹמַא דְנָה Hawvlan lachma d’sunqanan yaomana.
וּשְׁבֹק לַנָא חוֹבַינָא Washboqlan khaubayn (wakhtahayn)
כְּדִי שְׁבַקְנָא לְחַיָּבַינָא aykana daph khnan shbwoqan l’khayyabayn.
וְלָא תַּעֲלִנָּא לְנִסְיוֹנָא Wela tahlan l’nesyuna.
Ela patzan min bisha.
Metol dilakhie malkutha wahayla wateshbukhta l’ahlam almin.
Amen.

Bahasa HEBREW (IBRANI)

אבינו Avinu
אבינו שבשמים Avinu shebashamayim, yitkadash shemekha.
יתקדש שמך Tavo malkhutekha ye’aseh r’tsonekha
תבוא מלכותך, יעשה רצונך ba’arets ka’asher na’asah vashamayim.
כבשמים כן בארץ. Ten-lanu haiyom lechem chukeinu.
את לחם חקנו תן לנו הים, u’selach-lanu et-ashmateinu ka’asher
וסלח לנו על חטאינו solechim anachnu la’asher ashmu lanu.
כפי שסולחימ גם אנחנו לחוטאים לנו. Ve’al-tevieinu lidei massah,
ואל תביאנו לידי נסיון, כי אם חלצנו מן הרע. ki im-hatsileinu min-hara.
Ki lakha hamamlakha vehagevurah
vehatiferet l’olemei olamim. Amen.

Bahasa GREEK (YUNANI)

Pater hēmōn
Πάτερ ἡμῶν ὁ ἐν τοῖς οὐρανοῖς
ἁγιασθήτω τὸ ὄνομά σου• Pater hēmōn, ho en tois ouranois
ἐλθέτω ἡ βασιλεία σου• hagiasthētō to onoma sou;
γενηθήτω τὸ θέλημά σου, elthetō hē basileia sou;
ὡς ἐν οὐρανῷ καὶ ἐπὶ τῆς γῆς• genethetō to thelēma sou
τὸν ἄρτον ἡμῶν τὸν ἐπιούσιον δὸς ἡμῖν σήμερον• hōs en ouranōi, kai epi tēs gēs;
καὶ ἄφες ἡμῖν τὰ ὀφελήματα ἡμῶν, ton arton hēmōn ton epiousion dos hēmin sēmeron;
ὡς καὶ ἡμεῖς ἀφίεμεν τοῖς ὀφειλέταις ἡμῶν• kai aphes hēmin ta opheilēmata hēmōn,
καὶ μὴ εἰσενέγκῃς ἡμᾶς εἰς πειρασμόν, hōs kai hēmeis aphiemen tois opheiletais hēmōn;
ἀλλὰ ρῦσαι ἡμᾶς ἀπὸ τοῦ πονηροῦ. kai mē eisenenkēis hēmas eis peirasmon,
[Ὅτι σοῦ ἐστιν ἡ βασιλεία καὶ ἡ δύναμις καὶ ἡ δόξα εἰς τοὺς αἰῶνας•] alla rhusai hēmas apo tou ponērou.
ἀμήν. [Hoti sou estin hē basileia, kai hē dúnamis, kai hē doxa eis tous aiōnas;]

Bahasa LATIN

Pater noster
Pater noster, qui es in caelis;
sanctificetur nomen tuum;
adveniat regnum tuum;
fiat voluntas tua,
sicut in caelo et in terra.
Panem nostrum cotidianum da nobis hodie;
et dimitte nobis debita nostra,
sicut et nos dimittimus debitoribus nostris;
et ne nos inducas in tentationem;
sed libera nos a malo.
(Quia tuum est regnum, et potestas, et gloria in saecula.) Amen.

Bahasa INGGRIS

Our Father
Our Father, who art in Heaven,
hallowed be Thy Name.
Thy Kingdom come, Thy Will be done,
on Earth, as it is in Heaven.
Give us this day our daily bread,
and forgive us our trespasses,
as we forgive those who trespass against us.
but deliver us from evil.
[For thine is the kingdom, and the power, and the glory,
for ever and ever.] Amen.

ARABIC (ARAB)

ابانا الذي في السموات Abānā alladhī fī s-samāwāti
ليتقدس اسمك li-yataqaddasi ‘smuka
ليات ملكوتك li-ya’ti malakūtuka
لتكن مشيئتك li-takun mashī`atuka
كما في السماء كذلك على الارض kamā fī s-samā`i, kadhālika ´alā l-ardi
خبزنا كفافنا اعطنا اليوم khubzanā kafāfanā a´tinā l-yawma
واغفر لنا ذنوبنا wa-ghfir lanā dhunūbanā
كما نغفر نحن ايضا للمذنبين الينا kamā naghfiru nahnu aydan li-l-mudhnibīna ilaynā
ولا تدخلنا في تجربة wa-lā tudkhilnā fī tajribatin
لكن نجنا من الشرير lākin najjinā mina sh-shirrīri.
آمين āmīn.

Bahasa JEPANG

Ten ni imasu watashitachi no chichi yo
O-na ga agameraremasu yoo ni
O-kuni ga kimasu yoo ni
Mikokoro ga ten de okonawareru yoo ni
Chi de mo okonawaremasu yoo ni
Watashitachi no higoto no kate o
kyoo mo o-atae kudasai
Watashitachi no oime o o-yurushi kudasai
Watashitachi mo watashitachi ni
oime no aru hitotachi o yurushimashita
Watashitachi o kokoromi ni awasenaide,
Kuni to chikara to sakae wa tokoshie ni
anata no mono da kara desu
Aamen.

Bahasa JAWA

Rama kawula ing swarga

Asma Dalem kaluhurna

Karaton Dalem mugi rawuha

Karsa Dalem kalampahana

wonten ing donya kados ing swarga

kawula nyuwun rejeki kangge sapunika

sakathahing lepat nyuwun pangapunten dalem

kados dene anggen kawula ugi ngapunten dhateng sesami

kawula nyuwun tinebihna saking panggodha

saha linuwarna saking piawon

Amin.

Dalam Perjalanan

Koko Pekik’ Feb 2010

Iklan

Napak Tilas Tanah Perdikan

•Juni 2, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

NAPAK TILAS TANAH PERDIKAN

Perjalanan hidup manusia, dimainkan oleh semua bangsa disepanjang sejarah dan menjadi saksi disetiap sudut kehidupan manusia dihari kelahiran, perkawinan, kematian dan bahkan di medan perang yang bersimbah darah dan air mata untuk sebuah KEMERDEKAAN yang berdaulat.

Dalam perjanannya, Kita Bangsa Indonesia cenderung memilih kejadian yang dramatis dengan menampilkan pelaku sejarah yang serba heroik. Maka, sejarah seringkali mudah berbaur dengan dongeng, di mana seorang tokoh dimitoskan layaknya Wong Agung mengaburkan bahkan melupakan kesatuan yang mengantarkannya menjadi seorang tokoh.

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.

Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami, terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu. Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan Tapi adalah kepunyaanmu Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan atau tidak untuk apa-apa, Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami Teruskan, teruskan jiwa kami Menjaga Bung Karno menjaga Bung Hatta menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat Berikan kami arti Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

KRAWANG-BEKASI

Oleh :

Chairil Anwar

Vereenigde Oostindische Compagnie

adas_adas manis_asam gelugur_asam jawa_asam kandis

bawang merah_bawang putih

cendana_cengkeh

damar_dupa

gondorukem

jahe_jeruk nipis_jeruk purut_jintan_jintan hitam_jintan putih

kapulaga_kayu manis_kayu putih_kemiri_kenanga_kencur_ketumbar_kopal_kunir

lada_lengkuas

mawar_mustar

pala_pandan wangi

salam_selasih_serai

temu kunci_temu lawak_temu putih

wijen

Hak monopoli_hak kedaulatan (soevereiniteit)

memelihara angkatan perang,

memaklumkan perang dan mengadakan perdamaian,

merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Negeri Belanda,

memerintah daerah-daerah tersebut,

menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan

memungut pajak

De Java Oorlog

Koninklijk Nederland Indisch Leger

Mardijkers_Marechaussee

Zarte Nederlander

ACEH_KNIL

Marechaussee Indonesia Moeda

Kebangkitan Nasional

Poetoesan Congres Pemoeda Pemoedi Indonesia

Tiga Serangkai

Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia_Pemoeda Indonesia

Pemoeda Soematera

Jong Java_Jong Celebes_Jong Batak _Pemoeda Kaum Betawi

Jong Islamieten Bond (JIB)_Sekar Roekoen.

POETOESAN CONGRES PEMOEDA-PEMOEDI INDONESIA

Poetra dan Poetri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia

Poetra dan Poetri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia

Poetra dan Poetri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Jong Java_Perhimpunan Pemoeda Indonesia_Jong Celebes_Jong Sumatranen Bond

“INDONESIA MOEDA”

Dai Nippon

Asia Timur Raja_Tjahaja Asia

Saoedara Toea

Seinendan_Gokutai_Keibondan_Heiho

Hizbullah_PETA

Jawa Sentotai_Jawa Hokokai_Suisyintai

Jugun Ianfu_Romusha

Bomm !!!


Herosima setelah Bom


Republiken Merdeka

Voor de Oorlog

Proklamasi

kabinet pertama

Indonesia …
Merah Darahku, Putih Tulangku
Bersatu Dalam Semangatmu

Indonesia …
Debar Jantungku, Getar Nadiku
Berbaur Dalam Angan-anganmu

Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

Biarpun Bumi Bergoncang
Kau Tetap Indonesiaku
Andaikan Matahari Terbit Dari Barat
Kaupun Tetap Indonesiaku

Tak Sebilah Pedang Yang Tajam
Dapat Palingkan Daku Darimu
Kusingsingkan Lengan
Rawe-rawe Rantas
Malang-malang Tuntas

Denganmu …

Indonesia …
Merah Darahku, Putih Tulangku
Bersatu Dalam Semangatmu

Indonesia …
Debar Jantungku, Getar Nadiku
Berbaur Dalam Angan-anganmu

Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

Indonesia …
Merah Darahku, Putih Tulangku
Bersatu Dalam Semangatmu

Indonesia …
Nada Laguku, Symphoni Perteguh
Selaras Dengan Symphonimu

Kebyar-kebyar, Pelangi Jingga

Kebyar_kebyar nya Bung Gombloh

koko pekik_17 Agustus 2009

pergilah …! dan ajarlah segala bangsa

•Oktober 9, 2008 • 4 Komentar

PERGILAH … !

DAN AJARLAH SEGALA BANGSA

Ketika Pak harto meninggal kemudian ada wacana pemberian gelar pahlawan, beberapa kalangan yang punya sejarah kedekatan dengan Pak Harto langsung menjawab setuuuujuuuu, tapi bagi kalangan yang dulu pernah terbuang atau tertindas atas sistem Pak Harto menjawab huuuuuuuuuuuu mana pantes, bagi yang mendua bilang waktunya kurang tepat mbok nanti setelah semua tenang terus sebagian kalangan menjawab begono begini begitu dst dst. Begitulah hidup pada dasarnya adalah memang harus memilih.

Ketika ada fenomena menyataken Yesus adalah sebagai nabi terakhir, saya diingatkan kembali kepada satu pilihan hidup yang harus saya ambil dalam perjalan iman saya dalam menghadap Allah, perjalan itu tentunya harus ada yang menuntun dan menunjukan kejalan dan kearah yang benar dan saya meyakini bahwa Yesus adalah jalan itu dan saya harus siap dengan semua resiko terhadap konsekwensi saya karna memilih jalan Yesus. Mungkin semua orang pun berfikir dan bertindak seperti saya terhadap pilihan yang telah dipilihnya. Tetapi masalahnya mengapa saya, kamu, dia atau mereka memilih jalan itu yang kadang justru alasan inilah yang menjadikan kita bersinggungan, saling mempertahankan kebenaran atas keyakinannya bahkan menimbulkan tindakan jihad ataupun martir.

Kemudian apakah saya meyakini bahwa tidak ada jalan selain Yesus begitu saja tanpa alasan yang bisa diterima oleh pikiran saya, o… tidak. Seperti Banyak orang berdoa “Tujukilah kami jalan yang lurus.” “Ihdinasih shiraathal mustaqim.” (Qs. 1 Al Faatihah 6) begitu juga dengan saya yang kebetulan saya orang jawa katolik, bibit bebet bobot adalah salah satu pola pandang yang mendasari tindakan mengapa saya memilih Yesus.

Bibit Yesus sangat jelas disebutkan oleh Alkitab bahwa Yesus adalah firman yang hidup dan Yesus tercipta bukan karna persetubuhan meski kedunia melalui jalur kelahiran, Yesus tidak diperanakkan oleh manusia tetapi Yesus dilahirkan oleh manusia karna Tuhan tidak mempunyai anak, Tuhan adalah esa, satu dan inilah arti “Tuhan datang kedunia dalam rupa manusia”

“Ketika Yesus didunia Ia hanyalah seorang tukang kayu, just man hanya manusia bahkan mati dikayu salib, tapi Yesus juga Roh Tuhan sikap dan perbuatannya mencerminkan itu yang berujung pada kebangkitan atas kematian dan Yesus menunjukan bahwa kematian bukanlah hal yang menakutkan karna Yesus sudah mengalahkan kematian dengan kebangkitan_Nya, kehidupan sejati dan kekal abadi ada ditangan_Nya”.

Saya hanya seorang manusia yang sedikit mempunyai iman akan Yesus tapi saya yakin Yesus akan menyelamatkan saya dan keluarga saya dan seluruh orang yang beriman kepada Yesus. Trus saya mencari tau apakah ada bukti lain tentang Yesus selain alkitab, ternyata ada di alquran “Kalimatullah” (Sabda Allah) dan Ruh Allah (Roh Allah) [Surah 3:45, Surah 4:171] gelar ini tidak ada pada nabi lain bahkan Muhammad.

Yesus di alquran yang ditulis oleh Tuhan kepada Muhamad jelas_jelas menuliskan bahwa Yesus selain dikenal sebagai anak Maryam dan Al Masih, Yesus adalah aya (tanda). Yesus menjadi tanda bukan hanya kepada bangsa Yahudi, tetapi kepada seluruh umat manusia. (Surah 19:21; 21:91; 23:50-52; 3:44-50). Yesus disebut juga mathal (teladan) dalam Al Qur’an. Ia menjadi teladan untuk uma’ah (Surah 43:57, 59). Dalam surah lain Yesus dianggap mirip dengan Adam (Surah 3:52-59) dan masih banyak lagi. Begitulah bibit Yesus, yang membuktikan bahwa Tuhan Allah pernah datang ke dunia untuk manusia.

Sakit perut menjelang persalinan, memaksa Maryam bersandar ke pohon kurma. Ingin rasanya beliau mati, bahkan tidak pernah hidup sama sekali. Tetapi Malaikat Jibril datang menghibur: “Ada anak sungai di bawahmu, goyanglah pangkal pohon kurma ke arahmu, makan, minum dan senangkan hatimu. Kalau ada yang datang katakan: ‘Aku bernazar tidak bicara.’ “Hai Maryam, engkau melakukan yang amat buruk. Ayahmu bukan penjahat, ibumu pun bukan penzina,” demikian kecaman kaumnya, ketika melihat bayi di gendongannya. Tetapi Maryam terdiam. Beliau hanya menunjuk bayinya. Dan ketika itu bercakaplah sang bayi menjelaskan jati dirinya sebagai hamba Allah yang diberi Al-Kitab, shalat, berzakat serta mengabdi kepada ibunya. Kemudian sang bayi berdoa: “Salam sejahtera (semoga) dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan pada hari ketika aku dibangkitkan hidup kembali.” Ini cuplikan kisah Natal dari Al-Quran Surah Maryam ayat 34. Nah … kurang apa coba tentang Yesus.

Bebet Yesus juga jelas, alkitab menerangkan silsilah nenek moyang Yesus baik itu garis bapak atau Ibu dan ini biasanya malah dipertentangkan koq beda ya antara matius ama lukas, markus maupun yohanes dan begitulah alkitab perjanjian baru ditulis oleh mereka untuk saling melengkapi. Gimana mo jadi panutan klo asal usulnya ndak jelas, banyak kalangan mencari jejak ismail di alkitab yang ditemukan hanya kekesalan karna riwayatnya habis setelah diusir oleh abraham/ibrahim, maaf maaf tapi ini bener koq coba baca alkitab kejadian ya cuma sebatas itu keberadaan ismail di alkitab, lah wong dialkitab aja minim informasi pa lagi di alquran maaf maaf. Tapi Yesus di alquran sungguh luar biasa mulai proses kelahiran pe karyanya ada disitu bahkan diakui bakalan datang lagi menyelamatkan manusia diakhir zaman, bagaimana mungkin seorang manusia bisa berbuat adil dalam penghakiman atas dosa manusia, tapi Yesus bisa berbuat adil dan yang maha adil adalah Tuhan, begitulah satu alasan lagi kenapa saya menyakini Yesus adalah Tuhan.

Bobot Yesus lebih jelas lagi, Yesus adalah seorang reformis sekaligus revolusioner bagi dunia. Yesus tidak memiliki serdadu untuk berperang, sebab kebenaran tidak akan pernah dicapai dengan ketamakan yang tajam pedangnya menumpahkan ribuan sungai darah.

Yesus juga adalah seorang pemimpin yang tidak mempunyai mahkota dari emas dan perak, sebab kebenaran tidak dapat dipamerkan dengan mengikuti jejak kesenangan memandang emas yang gemerlapan.

Yesus adalah raja kebenaran yang tidak pernah disambut dengan upacara kenegaraan, sebab kebenaran tidak mungkin ada diantara orang orang yang suka memamerkan rasa hormat yang mendiami kawasan hati dengki.

Yesus adalah kebenaran yang bermahkotakan duri, didera, diejek dan dibunuh dikayu salib oleh ketidakpedulian manusia karena kebenaran harus diperjuangkan dengan banyak kesulitan dan penderitaan tapi Dia bangkit karna kemuliaan_Nya dan ke illahian_Nya.

Yesus tidak memerintah dengan kekuasaan dan kekuatan yang memaksa diatas tulang tulang si lemah untuk menegakkan istana diatas kuburan si miskin, tetapi Yesus memerintah dengan cinta dan penderitaan diri yang memenuhi semesta dengan kemuliaan dan keindahan kasih_Nya.

Yesus rela meninggalkan istana surgawi dan bergabung dengan rakyatnya yaitu manusia yang menderita dalam kegelapan.

Yesus hidup seperti manusia dan merasakan sendiri dalam tubuhnya penderitaan yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan dalam keputusaan manusia karna terikat pada kejahatan yang melahirkan hukum hukum penderitaan, bahkan Yesus mengalami kematian seorang manusia. Tetapi justru didalam keterbatasan dan penderitaan itu terwujudlah kerajaan kristus yang menjanjikan pencerahan karena pada hakekatnya dalam penyerahan diri itulah adanya istana kebahagiaan sejati.

Penyerahan diri adalah kebersihan hati dan kebulatan hati dalam perjuangan, di istana hati itulah tempat tinggal Yesus. Karna Hati adalah keindahan, keindahan itu tak dapat dipelajari lebih dari kebenaran. Hati adalah cinta, dengan cinta itulah bisa membalikan dunia dan cintalah yang menciptakan kehidupan.

Yesus membangun kehidupan dari benang hati yang paling dicari dikejar dan diagung agungkan oleh manusia sepanjang zaman yakni cinta akan kebenaran.

Cinta akan kebenaran yang telah diperjuangkan Yesus inilah yang terus menerus diimpikan manusia setiap generasi. Yesus diam dan bertahta di hati setiap orang yang cinta akan kebenaran. Karena itu rakyat Yesus adalah orang orang benar yang melakukan keadilan, kebajikan dan menjelmakan cinta kasih diatas perbuatan akan kebenaran.

Pembabtisan telah mengangkat kita menjadi “Anak Allah” kita mengambil bagian dalam perjuangan Yesus, yaitu mencintai kebenaran … dan jalan itu adalah sebagai bibit bebet bobot kita dihadapannya.

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa’ : 157)

Begitulah Mas … , saya tidak harus menjadi ahli agama atau mencari dukungan alquran untuk keimanan saya terhadap alkitab dan Yesus karna Yesus bukan nabi, Yesus adalah kehidupan.

Kemudian pentingkah agama bagi saya ! karna saya sudah memilih Yesus dan dinamakan “agama kristen, katolik, nasrani” (saya lebih suka bilang saya katolik) agama menjadi penting karna disanalah saya bisa menemui Tuhan saya. Trus bagaimana saya bisa meyakini itu ! saya akan cari tau siapa Tuhan itu dan itu saya temukan di agama saya yang katolik jadi “pengertian dasar tentang agama adalah jalan yang benar”

Mas, pasti trus tanya jalan yang benar menurut katolik itu apa seh koq kamu bisa seyakin itu ! di Katolik ada alkitab yang menjelaskan tentang semua pertanya siapa Tuhan, bagai mana Tuhan menciptakan manusia dan kenapa manusia bisa turun kedunia, apa yang dikerjakan manusia didunia agar bisa naik lagi kepada Tuhan sang penciptanya.

Apa bener alkitab itu berbicara seperti itu ! ada buktinya ! Tuhan ndak pernah bohong Mas, dan Tuhan menunjukan tanda tandanya kepada kita dengan berbagai cara, termasuk memberikan wahyu kepada rasul_rasulnya bahkan turun sendiri kedunia dalam rupa manusia seperti keyakinan kami atas apa yang tertulis di alkitab. banyak sekali penemuan kitab ajaran yang ditemukan manusia termasuk penemuan kitab dilaut mati yang menjadi patokan agama tertentu tentang Yesus. Lalu pertanyaannya apakah kitab_ kitab itu otentik dengan sumbernya yaitu Tuhan !

Otentik menurut siapa Mas !

Menurut saya !

Menurut Masnya !

Para ahli Agama !

Atau menurut siapa Mas !

Saya tau koq klo “Kekristenan” itu mulai terkenal pada jaman kaisar konstantin karna kaisar itu menjadikan kristen sebagai agama negara, dan menetapkan perayaan natal pada tgl 25 desember yang pada saat itu sebagai hari pemujaan dewa matahari. Trus klo saya natalan apa di bilang pemuja matahari !

Dan kenapa gereja membiarkan dan bahkan merayakan secara khusus dengan doa khusus pada hari pada tanggal itu sedangkan alkitab tidak menyebutkan hari natal secara jelas karna disana hanya dituliskan kisah kelahiran dengan tanda tandanya yang “mungkin” jatuh antara bulan januari s/d maret, kami juga tau itu koq Mas tapi itu tidak merubah keyakinan kami orang kristen terhadap alkitab dan Yesus Tuhan kami karna semua itu merupakan ungkapan manusia kristen terhadap keyakinannya dan bersyukur kepada Tuhan bahwa Yesus telah datang untuk menyelamatkan manusia dan disanalah awal penyelamatan itu.

Begitu juga dengan Muhammad apakah di alquran ada menjelaskan secara terperinci lahirnya Muhammad ! lambang islam adalah bulan sabit seperti kaum pemuja bulan kala itu apa juga islam bisa disebut sebagai pemuja bulan ! lebih lebih dengan patokan mengintip bulan untuk ber idul fitri. Tentunya tidak seperti itu kan Mas, semua itu adalah ungkapan cinta, kasih, dan syukur manusia kepada Tuhan akan karunia keselamatan yang ditunjukan dan diberikan_Nya.

OOOO … tentik ! … jelas kami yakin karna kami punya ahli agama yang meneliti dan menelusuri semua itu sehingga keotentikannya bisa dipertanggung jawabkan karna penulisan kitab agama kami langsung diawasi oleh nabi … mungkin mas akan menjawab begitu.

Trus apa kami orang kristen tidak punya Ahli Agama dan Nabi !

Saya bersyukur dilahirkan sebagai orang katolik karna kami punya pemimpin, punya gembala yang membimbing kami sesuai alkitab dan alkitab berjalan begitu panjang dan melelahkan dengan banyak pertimbangan yang disertai Roh Kudus sehingga menjadi alkitab seperti sekarang ini bahkan menjadi rujukan oleh beberapa agama untuk mendukung keotentikan kitabnya.

Mas, kami orang kristen membuka diri kepada siapa saja yang mau membaca, meneliti keabsyahan alkitab bahkan alkitab diterjemahkan ke berbagai bahasa diseluruh dunia agar mudah dibaca, dimengerti, diikuti karna alkitab bukan milik orang kristen saja tapi milik semua manusia didunia yang mencari jalan keselamatan, monggo Mas … monggo.

Trus Mas tanya tentang keontetikan sumber Agama, bukankah keterbatasan manusia adalah karna adanya Tuhan ! jadi sangat jelas bahwa sumber itu adalah Tuhan.

Dan Mas …

“Maka pergilah dan ajarlah segala bangsa”

Kita tau bahwa selama lebih dari 2008 tahun, Nabi Musa dianggap sebagai penulis dari Kitab Taurat, oleh karena itu kitab ini sering disebut Kitab Nabi Musa yang kemudian mereferensikan kepada “Hukum Nabi Musa”. Tidak ada seorangpun yang dapat memastikan siapa yang menulis Kitab Taurat, tetapi tidak disangkal bahwa Nabi Musa memegang peran yang unik dan penting dalam berbagai peristiwa_peristiwa yang terekam dalam kitab_kitab ini. “dasar inilah yang membuat saya sebagai orang Kristiani yang katolik, percaya bahwa Alkitab adalah hasil inspirasi Illahi dan karenanya identitas para manusia pengarangnya tidaklah penting”.

Nabi Musa menaruh satu set kitab di dalam Tabut Perjanjian kira-kira 3308 tahun yang lalu. Lama kemudian Kitab Para Nabi dan naskah_naskah ditambahkan kepada Kitab Taurat dan membentuk kitab_kitab Perjanjian Lama. Kapan tepatnya isi dari kitab_kitab Perjanjian Lama ditentukan dan dianggap sudah lengkap, tidaklah diketahui secara pasti. Yang jelas, setidaknya sejak lebih dari 100 tahun sebelum kelahiran Yesus, kitab_kitab Perjanjian Lama sudah ada seperti umat Katolik dan umat kristiani mengenalnya sekarang.

Kitab_kitab Perjanjian Lama pada awalnya ditulis dalam bahasa Ibrani (Hebrew) bagi Israel. Tetapi setelah orang-orang Yahudi terusir dari tanah Palestina dan akhirnya menetap di berbagai tempat, mereka kehilangan bahasa aslinya dan mulai berbicara dalam bahasa Yunani (Greek) yang pada waktu itu merupakan “bahasa internasional”.

Selama pemerintahan Ptolemius II Philadelphus (285 – 246 SM) proyek penterjemahan dari seluruh Kitab Suci orang Yahudi ke dalam bahasa Yunani dimulai oleh 70 atau 72 ahli_kitab Yahudi menurut tradisi 6 orang dipilih mewakili setiap dari 12 suku bangsa Israel. Terjemahan ini diselesaikan sekitar tahun 250 – 125 SM dan disebut Septuagint, yaitu dari kata Latin yang berarti 70 (LXX), sesuai dengan jumlah penterjemah.

Kitab ini sangat populer dan diakui sebagai Kitab Suci resmi (kanon Alexandria) kaum Yahudi diaspora (=terbuang), yang tinggal di wilayah Asia Kecil dan Mesir. Pada waktu itu Ibrani adalah bahasa yang nyaris mati dan orang-orang Yahudi di Palestina umumnya berbicara dalam bahasa “Aram”. Jadi tidak mengherankan kalau Septuagint adalah terjemahan yang digunakan oleh Yesus, para Rasul dan para penulis kitab_kitab Perjanjian Baru. Bahkan, 300 kutipan dari Kitab Perjanjian Lama yang ditemukan dalam Kitab Perjanjian Baru adalah berasal dari Septuagint. Harap diingat juga bahwa seluruh Kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.

Setelah Yesus disalibkan dan wafat, para pengikut_Nya tidak menjadi punah tetapi malahan menjadi semakin kuat. Pada sekitar tahun 100 Masehi, para rabbi (imam Yahudi) berkumpul di Jamnia, Palestina, mungkin sebagai reaksi terhadap umat Katolik. Dalam konsili Jamnia ini mereka menetapkan empat kriteria untuk menentukan kanon (=standard) Kitab Suci mereka:

1. Ditulis dalam bahasa Ibrani

2. Sesuai dengan Kitab Taurat

3. Lebih tua dari jaman Ezra (sekitar 400 SM)

4. dan ditulis di Palestina.

Atas kriteria_kriteria diatas mereka mengeluarkan kanon baru untuk menolak tujuh buku dari kanon Alexandria yang tercantum dalam Septuagint, yaitu:

1. Tobit

2. Yudit

3. Kebijaksanaan Salomo

4. Sirakh

5. Barukh

6. 1 Makabe

7. 2 Makabe, berikut tambahan-tambahan dari kitab Ester dan Daniel.

(Catatan: Surat Nabi Yeremia dianggap sebagai pasal 6 dari kitab Barukh). Hal ini dilakukan atas alasan bahwa mereka tidak dapat menemukan versi Ibrani dari kitab-kitab yang ditolak diatas.

Tetapi Gereja Katolik tidak menerima hasil keputusan rabbi-rabbi Yahudi ini dan tetap terus menggunakan Septuagint.

Pada konsili di Hippo tahun 393 Masehi dan konsili Kartago tahun 397 Masehi, Gereja secara resmi menetapkan 46 kitab hasil dari kanon Alexandria sebagai kanon bagi Kitab-kitab Perjanjian Lama. Selama enam belas abad, kanon Alexandria diterima secara bulat oleh Gereja. Masing-masing dari tujuh kitab yang ditolak oleh konsili Jamnia, dikutip oleh para Bapa Gereja perdana (Church Fathers) sebagai kitab_kitab yang setara dengan kitab_kitab lainnya dalam Perjanjian Lama.

Bapa_bapa Gereja, beberapa diantaranya St. Polycarpus, St. Irenaeus, Paus St. Clement, dan St. Cyprianus adalah para pemimpin spiritual umat Katolik yang hidup pada abad-abad pertama dan tulisan_tulisan mereka meskipun tidak dimasukkan dalam Perjanjian Baru menjadi bagian dari Deposit Iman. Tujuh kitab berikut dua tambahan kitab yang ditolak tersebut dikenal oleh Gereja Katolik sebagai Deuterokanonika (second_listed), atau kanon kedua. Disebut demikian karena disertakan dalam kanon Kitab Suci setelah melalui banyak perdebatan.

Seperti Kitab_kitab Perjanjian Lama, Kitab_kitab Perjanjian Baru juga tidak ditulis oleh satu orang, tetapi adalah hasil karya setidaknya delapan orang. Kitab Perjanjian Baru terdiri dari 4 kitab Injil, 14 surat Rasul Paulus, 2 surat Rasul Petrus, 1 surat Rasul Yakobus, 1 surat Rasul Yudas, 3 surat Rasul Yohanes dan Wahyu Rasul Yohanes serta Kisah Para Rasul yang ditulis oleh Santo Lukas, yang juga menulis Kitab Injil yang ketiga

Sejak kitab Injil yang pertama yaitu Injil Matius sampai kitab Wahyu Yohanes, ada kira-kira memakan waktu 50 tahun. “Tuhan Yesus sendiri, sejauh yang kita ketahui, tidak pernah menuliskan satu barispun dari kitab Perjanjian Baru”. Dia tidak pernah memerintahkan para Rasul untuk menuliskan apapun yang diajarkan oleh-Nya. Melainkan Dia berkata; “Maka pergilah dan ajarlah segala bangsa” (Matius 28:19-20), “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku” (Lukas 10:16).

Apa yang Yesus perintahkan kepada mereka persis sama seperti apa yang Yesus sendiri lakukan, yaitu menyampaikan Firman Allah kepada orang-orang melalui kata_kata dan perbuatan, meyakinkan, mengajar, dan mempertobatkan mereka dengan bertemu muka. “Jadi bukan melalui sebuah buku yang mungkin bisa rusak dan hilang, dan disalah tafsirkan dan diubah-ubah isinya”, melainkan melalui cara yang lebih aman dan alami dalam menyampaikan firman yaitu dari mulut ke mulut ( kayaknya dan mungkin ini menjadi inspirasi dari ajaran lain untuk menjaga akan keotentikan kitabnya karna dipelihara dengan cara menghafal deh Mas ).

Demikianlah para Rasul mengajar generasi seterusnya untuk melakukan hal yang serupa setelah mereka meninggal. Oleh karena itu, melalui Tradisi seperti inilah Firman Allah disampaikan kepada generasi-generasi umat Kristen sebagaimana pertama kali diterima oleh para Rasul.

Tidak satu barispun dari kitab-kitab Perjanjian Baru dituliskan sampai setidaknya 10 tahun setelah wafatnya Kristus. Yesus disalibkan pada circa tahun 33 dan kitab Perjanjian Baru yang pertama ditulis yaitu surat 1 Tesalonika baru ditulis sekitar tahun 50 Masehi. Sedangkan kitab terakhir yang ditulis yaitu kitab Wahyu Yohanes pada sekitar 90-100 Masehi.

Jadi Mas …

Gereja dan iman Kristiani sudah ada sebelum Alkitab dijadikan. Beribu-ribu orang bertobat menjadi Kristen melalui khotbah para Rasul dan missionaris di berbagai wilayah, dan mereka percaya kepada kebenaran Illahi seperti kita percaya sekarang, dan bahkan menjadi orang-orang kudus tanpa pernah melihat ataupun membaca satu kalimatpun dari kitab Perjanjian Baru. Ini karena alasan yang sederhana yaitu Yesus berkarya disini “Maka pergilah dan ajarlah segala bangsa” (Matius 28:19-20), “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku” (Lukas 10:16).

Dari sini aja udah beda kan Mas.

Kemudian Mas …

Siapa yang memutuskan kanonisasi Perjanjian Baru sebagai kitab-kitab yang berasal dari inspirasi Allah? Kita tahu bahwa Alkitab tidak jatuh dari langit, jadi darimana kita tahu bahwa kita bisa percaya kepada setiap kitab_kitab tersebut?

Berbagai uskup membuat daftar kitab-kitab yang diakui sebagai inspirasi Ilahi, diantaranya:

Mileto, uskup Sardis pada tahun 175 Masehi

Santo Irenaeus, uskup Lyons – Perancis pada tahun 185 Masehi

Eusebius, uskup Caesarea pada tahun 325 Masehi.

Pada tahun 382 Masehi, didahului oleh Konsili Roma, Paus Damasus menulis dekrit yang menulis daftar kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang terdiri dari 73 kitab.

Konsili Hippo di Afrika Utara pada tahun 393 menetapkan ke 73 kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Konsili Kartago di Afrika Utara pada tahun 397 menetapkan kanon yang sama untuk Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Sebagai catatan Mas, “Ini adalah konsili yang dianggap oleh banyak pihak non Katolik sebagai yang menentukan bagi kanonisasi kitab_kitab dalam Perjanjian Baru” yang berujung dengan tuduhan ketidak otentikan perjanjian baru karna bukan tulisan Yesus atau atas pengawasan Yesus kitab perjanjian baru itu ditulis”, kan aneh to Mas …!

Paus Santo Innocentius I (401-417) pada tahun 405 Masehi menyetujui kanonisasi ke 73 kitab-kitab dalam Alkitab dan menutup kanonisasi Alkitab.

Jadi kanonisasi Alkitab telah ditetapkan di abad ke empat oleh konsili-konsili Gereja Katolik dan para Paus pada masa itu. Sebelum kanon Alkitab ditetapkan, ada banyak perdebatan. Ada yang beranggapan bahwa beberapa kitab Perjanjian Baru seperti surat Ibrani, surat Yudas, kitab Wahyu, dan surat 2 Petrus, adalah bukan hasil inspirasi Allah.

Sementara pihak lain berpendapat bahwa beberapa kitab yang tidak dikanonisasi seperti: Gembala Hermas, Injil Petrus dan Thomas, surat-surat Barnabas dan Clement adalah hasil inspirasi Allah. Keputusan resmi wewenang Gereja Katolik menyelesaikan hal diatas sampai sekitar 1100 tahun kemudian. Hingga zaman meletusnya Reformasi Protestan, pada Konsili Trente oleh Gereja Katolik pada tahun 1546 dikeluarkanlah dekrit yang mensahkan Vulgata, versi Latin dari Alkitab sebagai satu-satunya versi resmi yang diakui dan sah untuk umat Katolik. Alkitab ini direvisi oleh Paus Sixtus V pada tahun 1590 dan juga oleh Paus Clement VIII pada tahun 1593, praktis sejak itu tidak ada lagi perdebatan akan kitab_kitab dalam Alkitab.

Melihat sejarah panjang ini, Gereja Katolik bener_bener selektif dan hati_hati penuh pertimbangan dalam memastikan bahwa segala yang tertulis dalam Alkitab adalah hasil inspirasi Allah dengan mengawasinya secara sistem hingga saat ini untuk membawa “Anak_Anak Allah” kepada Bapanya di Surga.

Begitulah Mas, jalan benar dari Allah itu ada untuk kita orang Kristinani.

Dan nampaknya Mas, bila jalan itu dibuat dan ditunjukkan dengan cara yang berbeda bisa jadi arah yang dituju juga berbeda.

Tentang mengapa saya diciptakan didunia Mas, sementara ini saya hanya baru tau harus menjadi anak yang baik, menjadi suami dan ayah yang baik, menjadi pegawai yang baik, menjadi masyarakat yang baik, karna baru itu yang Tuhan tunjukan kepada saya dan saya yakin Tuhan akan tunjukan kepada saya kenapa saya ada didunia seiring perjalanan iman saya kepada_Nya.

Klo Mas tanya siapa manusia itu dan kenapa manusia bisa kedunia, Mas bisa baca di kitab kejadian disanalah awal semuanya dan itu otentik loh Mas.

Dan Mas sendiri gimana … ! dengan yang Mas tanyakan itu !

Apakah sependapat dengan saya !

Kenapa Mas !

Aryanarenda “Bulan Suci Maria Hari ke 9”

di kaki gunung salak

•Juli 15, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Angin berhembus kencang dari kepedihan sayap_sayap burung garuda, awan menggelap bergulung_gulung menjadikan siang tertidur dalam malam

CASA C-212 Aviocar adalah sebuah pesawat berukuran sedang bermesin turboprop yang dirancang dan diproduksi di Spanyol untuk kegunaan sipil dan militer. Pesawat jenis ini juga telah diproduksi di Indonesia di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia. Bahkan pada bulan Januari 2008, EADS CASA memutuskan untuk memindahkan seluruh fasilitas produksi C-212 ke PT. Dirgantara Indonesia di Bandung.[1] PT. Dirgantara Indonesia adalah satu-satunya perusahaan pesawat yang mempunyai lisensi untuk membuat pesawat jenis ini di luar pabrik pembuat utamanya.

Pada akhir 1960-an, Angkatan Udara Spanyol masih mengoperasikan pesawat kuno Junkers Ju 52 dan Douglas C-47. CASA merancang C-212 sebagai alternatif modern, prototipe pertama terbang pada 26 Maret 1971. Pada 1974, Angakatan Udara Spanyol memutuskan untuk membeli C-212 untuk memordenisasi armadanya.

Ketika maskapai penerbangan sipil melihat keberhasilan tipe ini pada operasi militer, CASA membuat versi komersial sipil yang dikirim pertama kali pada bulan Juli 1975. Sampai 2006 masih tercatat beberapa pesawat ini masih operasional di seluruh dunia termasuk Merpati Nusantara Airlines untuk jalur perintis di Timur Indonesia.

Ada beberapa varian C-212, mereka adalah:

Seri 100

C-212A – versi produksi militer orisinal. Dikenal juga dengan C-212-5, C-212-5 series 100M, dan oleh Angkatan Udara Spanyol sebagai T-12B and D-3A (untuk pesawat medevac) diproduksi 129 buah.

C-212AV – versi transportasi VIP, T-12C

C-212B – 6 C-212A pra-produksi dikonversi untuk misi photo-reconnaissance, TR-12A

C-212C – versi sipil orisinal

C-212D – 2 C-212A pra-produksi dikonversi untuk keperluan pelatihan navigasi, TE-12B.

NC-212-100 – Diproduksi di bawah lisensi di Indonesia sejak 1976, PT. Dirgantara Indonesia memproduksi 28 NC-212-100 sebelum beralih ke NC-212-200.

Seri 200

Versi lebih panjang dengan mesin baru diperkenalkan pada tahun 1979. CASA C-212-200 juga populer sebagai pesawat skydiving, dikenal karena mempunyai kapasitas besar, menanjak dengan cepat dan pintu keluar belakang yang besar.

C-212 seri 200M – versi militer; dikenal juga dengan nama T-12D di Spanyol dan Tp 89 untuk Angkatan Udara Swedia. Spesialis ASW dan maritime patrol aircraft juga diproduksi untuk versi ini.

NC-212-200 – C-212-200 – dibuat di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia.

Seri 300

Versi produksi standar mulai dari tahun 1987. Dilengkapi winglet untuk performa lebih baik.

C-212-M seri 300 atau Seri 300M – versi militer

C-212 seri 300 airliner – pesawat regional 26 kursi

C-212 seri 300 utility – versi penggunaan sipil 23 kusi

C-212 seri 300P – versi penggunaan sipil dengan mesin Pratt & Whitney Canada PT6A-65

Seri 400

Versi yang sedikit lebih besar, pertama kali terbang tahun 1987. Kode militer Amerika Serikatnya adalah C-41.

Spesifikasi (Seri 300M)

Ciri-ciri umum

Kru : Dua pilot

Kapasitas : sampai 20 pasukan, 12 liter, atau kargo 2.820 kg

Panjang : 16,15 m

Bentang sayap : 20,28 m

Tinggi : 6,60 m

Area sayap : 41 m²

Berat kosong : 4.400 kg

Berat isi : kg ( kg)

Maksimum Takeoff (MTOW) : 8.000 kg

Tenaga Penggerak : 2x Garrett AiResearch TPE-331-10R-513C, masing-masing 690 kW (925 shp)

Performa

Kecepatan maksimal : 370 km/j (230 mpj)

Jarak : 1.433 km (895 mil)

Ketinggian maksimal : 7.925 m (26.000 kaki)

Daya tanjak : 497 m/menit (1.630 kaki/menit)

Wing loading : kg/m² ( lb/kaki²)

Power/berat : kW/kg ( hp/lb)

Persenjataan

Sampai 500 kg (1.100 lb) senjata pada 2 cantelan. Biasanya, pod senapan mesin atau peluncur roket.

Tatapi pada tanggal 4 September 2007 adalah masa paling kelam bagi PT Dirgantara Indonesia atau PT DI . Industri strategis ini dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. PT DI dinilai tidak mampu membayar utang berupa kompensasi dan manfaat pensiun serta jaminan hari tua kepada eks karyawannya yang diberhentikan sejak 2003. Dengan keputusan itu, otomatis tidak ada lagi kegiatan produksi di perusahaan itu.

Padahal, dua hari sejak tanggal pemailitan, kabarnya, mereka akan menandatangani nota kesepahaman dengan Merpati Nusantara Airlines (MNA), tentang pembelian 10 unit pesawat CASA 212-400.

Sahabatku slalu bilang, jangan takut, alam selalu tersenyum kepadamu.
Tapi kini kumerasa alam seperti terus menangis …
Oh … alam kenapa kau buat aku takut oleh kesetiaanmu kepada Bumi.
Oh … alam kenapa kau buat aku takut akan segala-galanya di saat-saat bahagia,
Oh … alam trimalah Sahabatku, yang menebarkan jiwanya di cakrawala dan memenuhi udara dengan rohnya yang lembut
Oh … alam antarkanlah Sahabatku kepada Bapaku …

Penyelidikan Jatuhnya Cassa Tidak Akan Libatkan KNKT


Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Soebandrio mengatakan penyelidikan jatuhnya pesawat Cassa N 212 yang jatuh di kaki Gunung Salak, Kamis (26/6) siang tidak akan melibatkan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).


“Kita sudah memiliki tim sendiri, jadi tidak perlu penyelidikan dari sipil,” katanya ketika dikonfimrasi ANTARA usai melepas kedua belas jenazah perwira TNI AU di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu malam.


Ia mengatakan, dalam setiap kecelakaan yang terjadi terhadap pesawat militer dalam penyelidikannya tidak pernah melibatkan pihak sipil.


Mengenai tidak adanya kotak hitam dalam pesawat bernomor registrasi A2106, Soebandrio menegaskan hal itu wajar bagi setiap pesawat militer.


“Itu wajar. Pesawat militer tidak dilengkapi kotak hitam untuk menjamin kerahasiaan misi yang diemban oleh pesawat bersangkutan,” katanya.


Ia menambahkan, “Kalau saat jatuh dan kotak hitamnya bisa dibaca oleh pihak musuh, bagaimana?”.


Pada kesempatan itu, KSAU juga menegaskan pihaknya tidak akan meng-“grounded” pesawat Cassa N 212 lainnya yang bermarkas di Skadron 4 Pangkalan Udara Abdurrahaman Saleh, Malang, Jawa Timur.

“Tidak ada rencana untuk itu. Kita hanya akan melakukan pengecekan,” katanya.


Sebelumnya telah diberitakan, pesawat Cassa N212 TNI AU bernomor registrasi A2106 pada Kamis (26/6) sekitar pukul 9.23 WIB berangkat dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma menuju Bogor dengan misi pelatihan terhadap penggunaan kamera digital udara yang baru.

Pada pukul 10.38 WIB, pesawat Cassa itu hilang dari radar dan melakukan kontak terakhir dengan menara pengawas Pondok Cabe pada pukul 10.50 WIB saat menuju Bogor.

Pada pukul 11.10 WIB, pesawat sudah tidak bisa dihubungi oleh petugas menara pengawas di Pangkalan Udara Atang Senjaya Bogor.


Sebanyak 5 awak pesawat Cassa tersebut adalah Mayor Pnb Arjiyanto (Kapten pilot), Kapten Pnb Agung (co pilot), Lettu Pnb Feby Fitrian, Lettu Tek Bambang Trianto, dan Pelda Agus Riyanto.


Sedangkan 13 penumpang yang ikut dalam pesawat adalah Kolonel Pnb Albertus Sulaksono, Kolonel Sus Djafaara, Letkol Tek Wahyu Hidayat, Letkol Sus Supriyadi, Mayor Sus Susika, Kapten Sus Doni, Lettu Sus Ronald, serta Gatot, Putra, dan Ami dari PT Integraph.


Sedangkan tiga warga asing yang ikut dalam pesawat tersebut adalah Mahendra Kumar (India), Kwong Ping Anthony (Inggris), dan Tan Hong King (Singapura).

Saat-saat Terakhir Casa NC-212

Sabtu, 28/06/2008 02:08 WIB. Jakarta, beritbaru.com – Berikut adalah kronologis di menit-menit terakhir ”kehidupan” Casa NC-212 bernomor Registrasi A2106 milik TNI AU yang jatuh di hutan Tegal Lilin di lereng Gunung Salak, Desa Cibitung, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

Kamis, 26 Juni 2008

09.23 WIB: Casa NC-212 bernomor registrasi A2106 terbang dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Bogor dengan misi pelatihan terhadap penggunaan kamera digital udara.

10.38 WIB: Casa NC-212 hilang dari Radar Popunas.

10.50 WIB: Kontak terakhir antara Casa NC-212 dengan menara pengawas Pondok Cabe.

11.10 WIB: Petugas menara pengawas di Pangkalan Udara Atang Senjaya Bogor sudah tidak bisa menghubungi Casa NC-212.

11.30 WIB: Petugas Bumi Perkemahan Curug Nangka, Tamansari Bogor, Jabot mengatakan, warga sekitar mendengar suara ledakan cukup keras di atas kawasan hutan, tapi tidak mengetahui benda apa yang meledak.

14.00 WIB: Menara kontrol di Bandara Halim Perdanakusuma memastikan telah kehilangan kontak dengan Casa NC-212.

15.00 WIB: Dua unit mobil Tim Basarnas bergerak ke Leuwiliang dan sekitarnya, mencari informasi dari polisi setempat.

17.00 WIB: TNI AU memastikan Casa NC-212 dengan nomor registrasi A2106 hilang dan belum diketahui keberadaannya.

19.00 WIB: Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU, Marsekal Pertama Chaeruddin Ray mengatakan, berdasarkan laporan dari penduduk sekitar yang melihat pesawat sempat berputar-putar di wilayah itu, Casa NC-212 diperkirakan jatuh di sekitar kaki Gunung Salak.

19.30: Dua tim Pasukan Khas (Paskhas) dari Lanud ATS Bogor melakukan pencarian di sekitar kaki Gunung Salak. Kabut yang cukup tebal, menyulitkan Tim SAR untuk menjangkau lokasi yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat.

20.00 WIB: Tim SAR Nasional dari Jakarta, dibantu aparat terkait dan masyarakat setempat, menyisir kawasan berlereng di kaki Gunung Salak untuk menemukan titik jatuhnya pesawat.

Jumat, 27 Juni 2008

13.00 WIB: Tim SAR mendapat kabar dari penduduk bahwa ada serpihan pesawat di sekitar Kampung Pasir Gaok, Bogor.

16.00 WIB: Mabes TNI AU memastikan bahwa pesawat itu memang Casa NC-212 bernomor registrasi A2106.


Nama-nama Korban:

Awak pesawat:

· Mayor Penerbang B Arjiyanto (Captain Pilot)

· Kapten Penerbang Agung (Co Pilot)

· Lettu Penerbang Feby Fitrian

· Lettu Teknik Bambang Trianto

· Pelda Agus Riyanto.

o ketiganyanya adalah teknisi

Penumpang Warganegara Asing:

· Mahendra Kumar (India)

· Kwong Ping Anthony (Inggeris)

· Tan Hong King (Singapura)

o ketiganya adalah pelatih alat foto udara digital yang sedang diujicoba.

Penumpang Warnagera Indonesia:

· Kolonel Penerbang Albertus Sulaksono (Sekretaris Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU)

· Kolonel Sus Djafara (personel Dinas Survei dan Pemotretan Dinas TNI AU)

· Letkol Tek Wahyu Hidayat (Kepala Seksi dan Dokumentasi Program Pemeliharaan Dephan)

· Letkol Sus Supriyadi (personel Dissurpotrudau)

· Mayor Sus Susika (personel Dissurpotrudau)

· Kapten Sus Doni (personel Dissurpotrudau)

· Lettu Sus Ronald (personel Dissurpotrudau)

· Gatot, Putra, dan Ami

o ketiganya dari PT Aupia Perkasa, mitra lokal dari perusahan alat foto udara, Integraph Jerman

Operasi SAR Pencarian Korban NC-212 di Gunung Salak

Korban Pesawat Cassa TNI AU Dievakuasi Sabtu Pagi

Bogor (ANTARA News) – Para awak dan penumpang pesawat Cassa N212-200 milik TNI Angkatan Udara (AU) yang ditemukan jatuh di hutan Tegal Lilin di lereng Gunung Salak, Desa Cibitung, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jumat sore, baru akan dievakuasi pada Sabtu (28/6) pagi.


Asisten Operasional (As Ops) TNI AU, Marskal Muda Edy Harjoko mengatakan, titik lokasi jatuhnya pesawat Cassa N-212-200 medannya sangat sulit, yakni di hutan di lereng Gunung Salak dengan tinggi 4.200 meter dari permukaan air laut (dpal). Saat ditemukan, kondisi cuaca juga sedang turun hujan deras dan pada malam hari sangat gelap.

“Dengan pertimbangan tersebut, para awak dan penumpang baru akan dievakuasi pada Sabtu (28/6) pagi, setelah cuaca terang dan cerah. Kami perkirakan seluruh awak dan penumpang meninggal dunia,” kata Edy Harjoko di Landasan Udara Atang Sendjaya (Lanud ATS) Bogor, Jumat malam.

Dijelaskannya, para awak dan penumpang pesawat nahas tersebut akan dievakuasi dari titik jatuh menggunakan tandu ke lokasi yang terjangkau mobil di sekitar posko terdekat di Kampung Pasir Gaok, Desa Cibitung, Kecamatan Tenjolaya, Bogor. Kemudian, dari lokasi tersebut dievakuasi menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Pangkalan TNI AU (RUSPAU) dr Esnawan Antariksa di Halim Perdanakusuma Jakarta.


Pesawat bernomor registrasi A-2106 yang mengalami kecelakaan tersebut membawa lima awak dan 13 penumpang. Kelima awak pesawat masing-masing, Mayor Pnb Arjiyanto (Kapten pilot), Kapten Pnb Agung (co pilot), serta tiga teknisi yakni, Lettu Pnb Feby Fitrian, Lettu Tek Bambang Trianto, dan Pelda Agus Riyanto.

Kemudian, dari 13 penumpangnya tiga diantaranya adalah warga negara asing, yakni Mahendra Kumar (India), Kwong Ping Anthony (Inggris), dan Tan Hong King (Singapura). Ketiganya adalah pelatih alat foto udara digital yang sedang diujicobakan.

Sedangkan, 10 penumpang lainnya masing-masing, Kolonel Pnb Albertus Sulaksono (Sekretaris Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU), Kolonel Sus Djafara (personel Dinas Survei dan Pemotretan Dinas TNI AU/ Dissurpotrudau).

Selanjutnya, Letkol Tek Wahyu Hidayat (Kepala Seksi dan Dokumentasi Program Pemeliharaan Dephan), Letkol Sus Supriyadi (personel Dissurpotrudau), Mayor Sus Susika (personel Dissurpotrudau), Kapten Sus Doni (personel Dissurpotrudau), Lettu Sus Ronald (personel Dissurpotrudau), serta Gatot, Putra, dan Ami dari PT Aupia Perkasa, yakni mitra lokal dari perusahan alat foto udara, Integraph Jerman.

Menurut Edy, para awak dan penumpang pesawat yang diperkirakan meninggal dunia, lokasi pemakamannya diserahkan kepada keluarganya masing-masing.

“Jika keluarganya menyerahkan kepada TNI AU, maka akan dimakamkan di taman makam pahlawan di daerah yang dekat dengan domisili keluarganya,” katanya.

Pesawat Cassa N212-200 yang bermarkas di Skadron 4 Pangkalan Udara Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, mengalami kecelakaan, pada Kamis (26/6) siang, dalam misi penerbangan dari Lanud Halim Perdanakusuma-Lanud ATS-Lanud Halim Perdanakusuma, untuk mengujicobakan alat foto udara digital yang baru dibeli TNI AU.

Pesawat berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, sekitar pukul 9.23 WIB menuju Bogor. Pesawat tersebut melakukan kontak terakhir dengan menara pengawas Pondok Cabe, pada pukul 10.38 WIB yang menyebutkan menuju ke Bogor. Namun, ketika dihubungi menara pengawas di Lanud ATS Bogor, pada pukul 11.10, sudah tidak ada kontak.

Kolonel Penerbang Albertus Sulaksono lahir di Muntilan, 19 September 1954, meninggalkan seorang istri Lusia Wahyu Wuryantari dan meninggalkan 3 anak. Salah satu anaknya merupakan siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 76, yaitu Letda Yuni Wibowo yang akan dilantik sebagai penerbang pada Jumat (4/7) mendatang di Gedung Jupiter Lanud Adisutjipto Yogya.
Almarhum merupakan alumni Akabri Udara tahun 1980, Sekbang 1980, Sekkau 1988, SIP 1992, Seskoau 1995, Sesko TNI 2000. Jabatan yang pernah disandang Pa Dp Wops 001 Kapatdara 1980, Pa Pnb Skadron 32 Wops 002 Lanud Abd 1993, Instruktur Pnb Lanud Adisutjipto 1992, Dan Skadud 32 Lanud Abd 1996, Pabandya Ops Sops Koopsau II 2001, Danwing Karbol AAU 2002-2003, Danlanud Sby 2003, Sekdis Lambangja Mabes TNI AU hingga sekarang.

Seluruh yang ada di alam dunia ada didalam batinmu dan semua yang ada didalam batinmu juga ada di alam dunia. Tidak ada batas yang memisahkan antara jarak yang terdekat dengan jarak yang terjauh, antara yang tertinggi dengan yang terendah, serta antara yang terkecil dengan yang terbesar.
Selamat jalan Pak Sulaksono … kelembutan dan cinta kasih itu akan selalu ada.

Daftar Panjang Kecelakaan Pesawat TNI

Musibah yang menimpa Casa NC-212 bernomor registrasi A2106 di Bogor, bukanlah kecelakaan pesawat TNI pertama yang terjadi di sepanjang 2008. Sebelumnya telah ada dua kecelakaan lainnya.

Pada 7 Januari 2008, helikopter jenis Twinkpack S 58T yang terbang mengangkut 11 penumpang sipil dalam rangka Joint Fliying Program – sebuah program penerbangan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap dunia dirgantara – tersuruk di antara batang-batang kelapa sawit di Desa Ogom, Kecamatan Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Seorang miliader Singapura, Robert Viswanathan Chandran, tewas; sementara tujuh penumpang lainnya luka-luka.

Dua bulan kemudian, 11 Maret 2008, sebuah helikopter lainnya, berjenis Bell-47G Soloy – heli latih berkursi ganda hasil hibah dari Pemerintah Australia tahun 1978 – jatuh di ladang tebu Desa Wanasari, Subang. Sang pilot, Lettu Engky Saputra, meninggal dunia; sedangkan mekanik Prada Ridi mengalami luka serius.

Berikut data kecelakaan pesawat TNI sejak lima tahun terakhir (2004-2008):

06 Juli 2004: Pesawat latihan TNI AU jenis AS-202B jatuh di areal sawah Desa Serut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

12 Oktober 2004: Helikopter jenis Bell 205 milik TNI AD jatuh di Desa Blang Rakal, perbatasan antara Kabupaten Bireun dan Kabupaten Bener Meriah, Aceh.

1 Desember 2004: Pesawat tempur F16 milik TNI AU tergelincir Bandara Udara Hasanuddin, Makassar.

22 Desember 2004: Helikopter milik TNI-AL jenis Bell 416 jatuh di Nabire, Papua.

23 Desember 2004: Helikopter jenis Super Puma NAS 332 dengan lambung 3201 buatan IPTN Bandung, jatuh di Desa Suren Gede, Kecamatan Pejajar, Wonosobo, Jawa Tengah.

21 Juli 2005: Pesawat CN-235 milik TNI-AU jatuh ketika hendak mendarat di Bandara Malikussaleh, Lhokseumawe, Naggroe Aceh Darussalam.

21 Juli 2005: Pesawat latih TNI AU jenis OV-10 Bronco jatuh di Hutan Cincing, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

12 Oktober 2005: Helikopter Twin Pack S-58 T beregistrasi H-3451 milik TNI AU jatuh saat melakukan latihan rutin di sekitar Lanud Sentani Papua.

19 Juli 2006: Pesawat TNI AD jenis Cassa 212-200 jatuh di Tambak Cilendek, Semarang.

21 November 2006: Pesawat jenis Hawk 209 dengan nomor seri TT 0207 milik TNI AU jatuh di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, karena kerusakan mesin.

23 Juli 2007: Pesawat latih tempur OV 10F Bronco jatuh.

30 Oktober 2007: Pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU) jenis Hawk 208 TT 203 jatuh di Bandara Sultan Syarief Kasim, Pekanbaru.

30 Desember 2007: Pesawat intai milik TNI AL jenis Nomad P833 jatuh di perairan Sabang, Naggroe Aceh Darussalam.

7 Januari 2008: Helikopter Twin Pack S-58 tersuruk di antara batang-batang kelapa sawit di Desa Ogom, Kecamatan Sei Kijang, Kabupaten Pelalawan, Riau.

11 Maret 2008: Helikopter berjenis Bell-47G Soloy jatuh di ladang tebu di Desa Wanasari, Subang.

26 Juni 2008: Pesawat Casa NC-212 milik TNI AU jatuh di Tegal Lilin di lereng Gunung Salak, Desa Cibitung, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor.

Tempayan

•Juni 4, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tempayan

 

Alunan nada tasbih yang meraka lantunkan begitu bersemangat  adalah berasal dari lubuk hati yang gundah yang tersembunyi dari kekuatan dan kekejaman perang direlung_relung tubuh mereka.

Bukankah tasbih berbicara panjang lebar tentang senandung yang mempesona, yang berasal dari salam damai sejahtera dan melahirkan pujian kebahagiaan akan Tuhan !!!!

 Alunan tasbih membuat MONAS BERDARAH dan mengeluh panjang memohon kesempurnaan hidup.

 TEMPAYAN

 

 

 

“Berilah Aku minum”.

Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria ?

“Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakan Dia yang berkata kepadamu : Berilah Aku minum ! niscaya engkau telah meminta kepada_Nya  dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup”

Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini sangat dalam, darimana Engkau memperoleh air hidup itu ?

“Barang siapa  minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barang siapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama_lamanya.

Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus_menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Tuhan, berilah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi kesini untuk menimba air.

 

Ini adalah cuplikan injil Yohanes  Bab 4 tentang Percakapan dengan Perempuan Samaria.

Saya mencoba memahami apakah  “Tuhan Kita Memang Beda” dengan sudut pandang saya yang katolik.

 

Begini …

“Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakan Dia yang berkata kepadamu : Berilah Aku minum ! niscaya engkau telah meminta kepada_Nya  dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup”

Begitulah ketegasan Yesus diatas kelembutan_Nya, memberitahu siapa diri_Nya yang bisa  memberikan jaminan akan kehidupan kekal, air hidup yang diberikan_Nya adalah sumber hidup yang terus _menerus memancar didalam diri kita, sebuah jalan yang dibuat dan dibimbing langsung oleh Yesus untuk kita “anak_anak Allah” menuju Allah Bapa kita disurga.

 

Kadang kita ragu dan salah mengartikan yang menuntut pembuktian “air hidup” yang ditawarkan oleh Yesus, seperti keraguan perempuan Samaria dengan menanyakan kepada Yesus , “Engkau tidak punya timba dan sumur ini sangat dalam, darimana Engkau memperoleh air hidup itu?”

 

Yesus tidak menjelaskan secara langsung  “timba air” yang Yesus punyai untuk memberi Air hidup kepada kita karna “Air hidup” yang dipunyai Yesus bukanlah mata air yang tertampung didalam sumur yang statis,  terbelenggu oleh batasan ketidak mampuan untuk bergerak yang dengan susah payah kita harus mengambilnya, tetapi air hidup yang dimaksud adalah air yang hidup, yang terus bergerak dinamis dan memancar terus_menerus seperti mata air yang menjadi sungai dan itu bukan disumur letaknya tetapi  “Barang siapa  minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barang siapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama_lamanya.

Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus_menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

 

Kata_kata Yesus inipun belum cukup dimengerti oleh Perempuan Samarian mungkin juga kita,

berilah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi kesini untuk menimba air.

 “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”

Aku tidak mempunyai suami.

“Tepat  katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar”

Inilah kata_kata Yesus yang membuktikan akan “Timba Air”, Yesus dapat  mengetahui kehidupan  pribadi perempuan Samaria, kehidupan manusia seperti kita dan timba air itu telah menjadi mata air, sumber air dan “Air Hidup” itu adalah Yesus sendiri.

 

Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah diatas gunung ini, tetapi kamu katakan bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.

“Percayalah kepada_Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal,  sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah_penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, sebab Bapa menghendaki penyembah_penyembah demikian. Allah itu Roh dan barang siapa menyembah dia, harus menyembah_Nya dalam roh dan kebenaran”

 

Aku tahu, bahwa mesias akan datang, yang disebut juga kristus, apabila Ia datang Ia akan memberikan segala sesuatu kepada kami

 

“Akulah Dia, yang sedang berkata_kata dengan engkau”

 

Begitulah  

Tuhan yang ada pada kita adalah Tuhan yang kita kenal dan Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang ada dalam Roh dan Kebenaran sedangkan Roh dan kebenaran itu adalah Yesus yang memberi air hidup untuk kita, bukan tempayan untuk air yang akhirnya ditinggalkan oleh Perempuan samaria itu.

 

 

Indonesia Bangkit

•Mei 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Indonesia Bangkit

Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

 

Sudi tetap berusaha jujur dan kuat
Tak usah banyak bicara trus kerja keras
Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih
Bertingkah laku halus hai putra negri
Bertingkah laku halus hai putra negri

 

Bangun pemudi pemuda Indonesia
Tangan bajumu singsingkan untuk negara
Masa yang akan datang kewajibanmu lah
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa
Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

 

Itulah syair lagu  yang kunyanyikan ketika aku menjadi nominasi dalam perlombaan tingkat Sekolah Dasar se Kabupaten Lebak mewakili Sekolah  Dasarku yang terpencil, ndeso tapi ndak katrok.

Lagu yang kunyanyikan dengan satu bahasa, Bahasa Indonesia

Lagu yang kunyanyikan dengan perasaan bangga akan sebuah bangsa, Bangsa Indonesia

Dan Lagu yang menjiwai diriku akan masa depan sebuah tanah air, Tanah Air Indonesia.

Tapi kini …

Semangat yang bergelora itu menjadi sempit di setiap ruang dan waktu dibandingkan dengan luasnya imajinasi akan rasa bangga dan bentang harapan terhadap nilai kebenaran bangsa ini.

Jika kita menganggap “Kebangkitan” sebagai sebuah benteng dari semua yang serba tak menentu akan sebuah perubahan. Rasanya koq kita hanya mencoba menipu diri kita sendiri, kita hanya menambah daftar ketidak berdayaan kita terhadap pencampaian harapan akan cita_cita  bangsa ini.

Bahkan bila “Kebangkitan” digunakan sebagai tameng ke tidak berdayaan, kita hanya akan mengurangi kesempurnaan menjadi kurang sempurna.

 

Duh Gusti …!

Kami telah merubah alunan nada merdu sebuah semangat yang bergelora menjadi lengkingan yang terputus_putus penuh keputus asaan.

 

Sebagaimana kehidupan, “Kebangkitan” memerlukan toleransi total untuk mengurai imajinasi yang tersembunyi didalamnya, salah satunya adalah kebangkitan sebuah bangsa dari kematian akan kebenaran, harapan dan cita_cita luhur seperti 100 tahun lalu ketika berdirinya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928) yang merupakan salah satu dampak Politik Etis yang diperjuangkan sejak masa Multatuli. Politik Etis atau Politik Balas Budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi. Pemikiran ini merupakan kritik terhadap politik tanam paksa.

Pada 17 September 1901, Ratu Wilhelmina yang baru naik tahta menegaskan dalam pidato pembukaan Parlemen Belanda, bahwa pemerintah Belanda mempunyai panggilan moral dan hutang budi (een eerschuld) terhadap bangsa pribumi di Hindia Belanda. Ratu Wilhelmina menuangkan panggilan moral tadi ke dalam kebijakan politik etis, yang terangkum dalam program Trias Politika  irigasi_emigrasi_edukasi.

 

Bisa jadi, Politik Etis ini juga yang mengilhami kebangkitan akan kemerdekaan Indonesia dengan tokoh sentral  Soekarno dan kebangkitan akan pembangunan Indonesia oleh Soeharto

Politik Etis atau Politik Balas Budi di zaman Soekarno dan Soeharto yang mungkin adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah Indonesia memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan Rakyat. Karna pengorbanan Rakyat yang luar biasa itulah Indonesia ini bisa  MERDEKA.

Maka dimulailah  Trilogi Pembangun  dengan Repelitanya.

Indonesia membangun … dibangunlah pabrik baja di Cilegon dan pabrik Semen sebagai dasar pembangunan infrastruktur.

Indonesia swasembada … dibangunlah pabrik kimia dan pabrik pupuk sebagai dasar pembangunan pertanian dan perkebunan.

Indonesia Maju … dimulailah transmigrasa berpola, sehingga terjadi pertukaran mental antara orang_orang pendatang  dan orang_orang pribumi dengan harapan menghilangkan diskriminasi social_budaya dan menyadarkan kaum pribumi agar melepaskan diri dari belenggu kesukuan dan mengembangkan diri secara nasionalis , yang mencakup proses emansipasi dan toleransi berbangsa menghasilkan usaha-usaha untuk meningkatkan kesejahteraan. Kemudian berdirilah sekolah inpres, baik untuk kaum priyayi maupun rakyat biasa yang hampir merata di daerah-daerah sebagai dasar Indonesia Maju.

Kemudian terpleset oleh Mendem Jero Mikul Duwur yang berujung kepada REFORMASI.

 

Tapi apa yang kita peroleh dari Reformasi…!

Reformasi justru mengorbankan dasar_dasar Kebangkitan Indonesia bahkan menjualnya…!

Reformasi membuat kita bebas berbicara_berpendapat yang dibuktikan dengan tawuran di DPR.

Reformasi membuat kita lebih demokrasi yang dibuktikan dengan terpilihnya presiden yang nabrak meja.

Reformasi membuat kita bisa beraspirasi dijalan dengan anarki.

Reformasi mendidik untuk merusak sarana pendidikannya.

Reformasi …! apa yang kau banggakan, mana perubahan yang kau janjikan …!

Reformasi …! mengapa tidak membalas budi kepada rakyat tas kelahiranmu …!

Demikianlah Panji_panji Reformasi itu telah dibawa pergi dan mati oleh Reformasi.

Tapi kita masih punya Bendera Revolusi mengapa kita tidak mengibarkannya sehingga INDONESIA BANGKIT.

 

aku mencari kebangkitan karna aku bosan memberi penghormatan kepada orang_orang yang percaya bahwa kerendahan hati adalah kelemahan, dan kasih sayang adalah sikap pengecut dan kecongkakan adalah kekuatan.

Aku mencari kebangkitan karna jiwaku kesal bergaul dengan mereka yang percaya sepenuhnya bahwa matahari dan bulan serta bintang tidak terbit kecuali dari peti simpanan mereka, dan tidak terbenam kecuali di taman_taman mereka.

Aku mencari kebangkitan utuk lari dari para pemburu kedudukan yang mencampakan nasib orang lain sementara mereka menaburkan debu emas kedalam mata mereka dan memenuhi telinga mereka dengan omong kosong.

Aku mencari kebangkitan karna aku tidak memperoleh kebaikan hati manusia kecuali aku membayar harga sepenuhnya dengan hati nuraniku.

Aku mencari kebangkitan karna aku mencari lembaga raksasa yang mengerikan, yang orang_orang menyebutnya peradaban, setangkup benda aneh yang bangkit diatas derita INDONESIAKU

indonesia bisa

•Mei 27, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

 

Indonesia Bisa

 

Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha

Berjuang ndak perlu membawa massa; Menang dengan tidak merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa bukan karna kekuasaan, kekuatan , kekayaan atau keturunan; Kaya bukan karna kebendaan

 

Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan

Ndak mudah sakit hati ketika derita datang; ndak terlarut kesedihan ketika kehilangan sesuatu.

 

Sepi ing Pamrih Rame ing Gawe, Banter tan Mbancangi, Dhuwur tan Ngungkuli

Bekerja keras dan bersemangat tanpa pamrih; Cepat ndak harus mendahului; Tinggi ndak harus melebihi.

 

Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman

Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut_kejut; Jangan mudah kolokan atau merajuk.

 

Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman

Jangan terlalu terobsesi dan terambisi keinginan akan kedudukan, kesenangan dan kepuasan duniawi.

 

Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka, Sing Was-was Tiwas

Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah; Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka; dan Barang siapa yang ragu_ragu plintat_plintut  akan celaka dan binasa.

 

Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo

Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

 

Aja Adigang, Adigung, Adiguna

Jangan sok kuasa, sok besar, sok dibutuhkan.

 

Sing Sabar lan Ngalah Dadi kekasih Allah

Yang sabar dan mengalah akan jadi kekasih Allah.

 

Sing Prihatin Bakal Memimpin

Yang berani hidup prihatin akan menjadi satria, pejuang dan pemimpin.

 

Sing Resik Uripe Bakal Mulya

Yang bersih hidupnya akan hidup terhormat.

 

Urip Iku Urup

Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat.

 

Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti

Kekuatan akan kekuasaan dan ketamakan dapat ditundukkan oleh salam sejahtera.

 

Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara

Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.